BeritaBersiap Menuju Turki, Misi Panahan Menuju Olimpiade Paris Dimulai

10 April 2023

Secara ranking, atlet-atlet panahan Indonesia memang selalu berada di bawah radar World Archery Rank. Tetapi, bukan tidak mungkin, Indonesia dapat tampil mengejutkan sebagai unseen opponent, dari yang tidak diperhitungkan menjadi kuda hitam. Mission Imposible!

JAKARTA, 10 April 2023 – Angin sepoi-sepoi berhembus di lembah Lembang, Bandung, Jawa Barat. Dingin menusuk, walau di bawah sinar matahari. Pukul 13.00 WIB, 24 atlet panahan pelatnas binaan PB Perpani telah bersiap di lapangan tembak. Selama lebih dari seminggu, mereka telah menjalani pemusatan pelatihan sebagai bekal persiapan menuju ajang Hyundai Archery World Cup Stage I di Antalya, Turki.

Lembang dipilih karena kondisi cuacanya mendekati Antalya, Turki, yang sedang dingin. Sangat mungkin terjadi, dalam kompetisi nanti, para atlet bakal bertempur di bawah cuaca gemiris dan angin sepoi-sepoi yang menusuk. Itulah kenapa, pada dua sampai tiga hari lalu, para atlet tetap berdiri tegak dan menarik busur kesayangannya untuk melesakkan anak panah ke bidang sasar, walau dalam kondisi gerimis.

Dari Pukul 13.00 WIB, mereka bahkan berlatih sampai Pukul 21.00 malam. Waktu yang dipilih disesuaikan dengan perbedaan waktu antara Indonesia dan Turki. Pukul 13.00 WIB sama dengan Pukul 08.00 pagi waktu Turki, yaitu saat kompetisi akan dimulai dan Pukul 21.00 WIB sama dengan Pukul 16.00 waktu Turki, ketika kompetisi biasanya berakhir.

Pengkondisian itu memang tidak seekstrem yang dilakukan Tim Korea Selatan saat menghadapi Olimpiade. Mereka bisa merekonstruksi secara riil lapangan tembak, tempat atlet bertarung, supaya atlet mereka merasa nyaman. Namun, dengan mengambil tempat pemusatan yang sama miripnya dengan Antalya, Turki, sekurang-kuranganya atlet panahan Indonesia telah memiliki gambaran terkait faktor eksternal yang bakal dihadapi di sana.

Secara ranking, atlet-atlet panahan Indonesia memang selalu berada di bawah radar World Archery. Rangking dunia tertinggi saat ini untuk atlet panahan Indonesia dipegang oleh Rezza Octavia, yang berada di peringkat 50 dunia recurve putri. Riau Ega masih kalah di peringkat 163 recurve putra, Sri Ranti di posisi 289 compound putri, Diananda Choirunisa di posisi 523 recurve putri, dan Hendika Pratama Putra di rangking 584 compound putra.

Namun, nama-nama seperti Mete Gazoz, Brady Ellison, Mackenzie Brown, Yasemin Anagoz, Kim Woo Jin, sudah bukan asing lagi untuk beberapa atlet pelatnas senior Indonesia. Hampir semua dari nama-nama itu pernah dikalahkan Riau Ega, Diananda Choirunisa, dan Rezza Octavia pada ajang-ajang besar, seperti olimpiade.

Karena berada di bawah radar, Indonesia selalu menempuh mission imposible. Peta persaingan panahan dunia itu nampak jauh karena tidak sering saling berhadapan dengan atlet luar negeri. Tetapi, bukan tidak mungkin, Indonesia dapat tampil mengejutkan sebagai unseen opponent, dari yang tidak diperhitungkan menjadi kuda hitam.

Brady Ellison/Mackenzie Brown sudah merasakan pahitnya berhadapan dengan unseen opponent tersebut. Mereka yang digadang-gadang sebagai unggulan kedua di Olimpiade Tokyo – apalagi saat itu Brady Ellison adalah world number one di divisi recurve putra – harus tamat di babak perdelapan final dari beregu campuran Riau Ega/Choirunisa.

Kim Woo Jin yang menjadi favorit juara di Olimpiade Rio – yang saat itu world number one di recurve putra dan saat ini menduduki peringkat dua dunia – juga takluk lebih awal dari Riau Ega. Sementara itu, Riau Ega/Rezza Octavia sempat mengalahkan Mete Gazoz/Yasemin Anagoz pada partai puncak final Islamic Solidarity Games di Turki pada 2022 lalu.

Menuju Turki

Dengan bekal persiapan di Lembang dan pengalaman berhadapan dengan atlet-atlet panahan top dunia, misi untuk mendapatkan poin menuju kualifikasi Olimpiade Paris 2024 tetap terbuka lebar. Apalagi, jika di antaranya 16 atlet yang bakal dikirim ke Antalya, Turki tersebut, salah satu tim dari divisi recurve yang dipertandingkan berhasil membawa pulang medali dan mengamankan posisi sedikit lebih cepat di Olimpiade.

Kontingen Indonesia yang berangkat ke Turki berjumlah 24 orang, terdiri atas 16 atlet, 4 pelatih, 3 tim non teknis, di bawah pimpinan manager tim Dian Rismayanti. Mereka akan bertolak dari Tanah Air pada Sabtu (15/4) dan berada di Turki hingga 24 April 2023.

Memang tidak semua yang dikirim ke Turki. Sejak awal pemilihan atlet-atlet pelatnas, PB Perpani sudah menegaskan bahwa setiap divisi, baik compound maupun recurve, memiliki kelebihan dua atlet dari kuota empat orang yang biasa dikirim ke kejuaran internasional. Dengan kuota tersebut, para atlet akan bersaing di internal untuk menjadi yang terbaik dan mewakili Indonesia.

Namun, dari komposisi atlet yang dikirim, terlihat berbagai pertimbangan telah melatarbelakangi keberangkatan kontingen tersebut. Pertama, Indonesia akan bertarung penuh untuk semua divisi yang dipertandingkan, baik individu, beregu, maupun beregu campuran. Sesuatu yang jarang dan menjadi tradisi baru yang patut dipertahankan ke depan.

Kedua, komposisi itu memperlihatkan campuran antara tim yang sudah berpengalaman dan tim junior. Ada pertimbangan regenerasi untuk atlet-atlet yang baru bergabung untuk pertama kalinya di pelatnas dan masa depan panahan sebagai cabor unggulan. Ketiga, Indonesia tetap menjaga kans untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024 sebagai bagian dari mandat Merah Putih di atas pundak cabor unggulan.

Berikut daftar lengkap kontingen panahan Indonesia yang berlaga di Antalya, Turki:

Divisi Recurve Putra

  1. Riau Ega
  2. Arif Dwi Pangestu
  3. Alviyanto Bagas
  4. Ahmad Khoirul Baasith

Divisi Recurve Putri

  1. Diananda Choirunisa
  2. Rezza Octavia
  3. Catherine Thea Darma
  4. Alpriani Eka Setyowati

Divisi Compound Putra

  1. Deki Adika Hastian
  2. Hendika Pratama Putra
  3. Gilang Aji Jayawardhana
  4. Dhany Diva Pradana

Divisi Compound Putri

  1. Syahara Khoirunisa
  2. Sri Ranti
  3. Firstalitha Kyla Wida Putri
  4. Ratih Zil’izati Fadhly

 

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.