BeritaDemi Bibit Terbaik, 8 Atlet Talent Scouting Bersaing di Seleknas 2023

23 Februari 20230

JAKARTA, 22 Februari 2023 – Demi menjaring atlet terbaik panahan untuk mendongkrak prestasi di ajang internasional, PB Perpani memperbolehkan Pemerintah Provinsi mengirimkan atlet dari jalur talent scouting. Atlet-atlet tersebut bukan merupakan jawara pada kejuaran-kejuaraan nasional, namun memiliki skor yang telah memenuhi kriteria PB Perpani.

“Dari sekitar 39 atlet panahan yang berlaga di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) Tahap I PB Perpani, ada sekitar 8 atlet yang dikirim dari jalur talent scounting. Mereka di antaranya berasal dari Papua, Jawa Timur, dan Banten,” ujar Ketua Panitia Seleknas PB Perpani Abdul Razak, di Jakarta, Selasa (22/2/23) kemarin.

Razak menjelaskan, tujuan Seleknas adalah mencari atlet-atlet terbaik, karena itu PB Perpani membuka kemungkinan untuk menyerap atlet-atlet yang selama ini belum beruntung di ajang-ajang nasional, tetapi memiliki konsistensi dalam hal menembak. Hal ini ditunjukkan melalui skor yang diperoleh pada ajang kejuaran nasional yang ditentukan PB Perpani.

Adapun skor minimum untuk atlet talent scounting, antara lain recurve putri 630 poin, recurve putra 645 poin, compound putri 675 poin, dan compound putra 685 poin. Skor tersebut diperoleh dari kualifikasi kejuaraan PON XX pada 2021 dan Kejuaran Nasional Junior 2022 di DI Yogyakarta pada 2022, khusus untuk divisi compound.

Razak menambahkan, hasil dari Seleknas Tahap I 2023 akan digabung dengan hasil Seleknas tahun 2022 untuk mendapatkan 12 besar per divisi per gender. Pada akhirnya kuota atlet yang akan diambil untuk komposisi atlet pelatnas 2023 berjumlah 19 orang, di antaranya  recurve putra 3 atlet, recurve putri 4 atlet, compound putra 6 atlet, dan compound putri 6 atlet.

Mereka akan melengkapi lima atlet yang sudah berada di pelatnas dan otomatis mendapat wild card, yaitu Riau Ega Salsabilla (Olimpian tahun 2021), Arif Dwi Pangestu (Olimpian 2021 dan peraih medali emas Sea Games 2021), Alviyanto Bagas (Olimpian 2021), Diananda Choirunisa (Olimpian 2021), dan Rezza Octavia (Medali emas individu divisi recurve Sea Games 2021).

“Kami menciptakan sistem yang sangat kompetitif, baik di dalam atmosfir kejuaraan maupun untuk seleksi masuk ke tim nasional. Hal ini semata-mata untuk mencapai hasil terbaik pada kejuaraan internasional dan memenuhi target yang diberikan KONI dan KOI pada cabor panahan,” kata dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.