BeritaLawan Tangguh Jadi Jalan Terjal Beregu Merah Putih di Yecheon

23 Mei 2024

LAPORAN DARI YECHEON

Hasil di babak kualifikasi yang kurang meyakinkan memang berpengaruh besar terhadap lawan yang akan dihadapi di babak eliminasi. Mengantongi peringkat bawah menjadikan Indonesia harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh sejak awal di babak eliminasi.

Yecheon, 22 Mei 2024 – Persaingan di babak eliminasi untuk kategori beregu pada turnamen Hyundai Archery World Cup Stage (AWCS) 2 di Yecheon, Korea Selatan bakal dimulai pada Kamis (23/5). Momen tersebut menjadi pembuktian dari target yang ditetapkan kontingen Indonesia untuk dapat berbicara lebih di kancah internasional.

Dengan hasil kualifikasi recurve Rabu (22/5) hari ini, pada pukul 10.00 waktu setempat besok, beregu recurve putra Indonesia akan berhadapan dengan tim putra asal Israel di dua belas besar. Menurut rangking, Indonesia akan diwakili oleh Riau Ega, Arif Pangestu, dan Ahmad Baasith. Komposisi beregu putra bisa saja berubah dengan Baasith diganti Bagas Prastyadi, sama seperti pada AWCS 1 di Shanghai beberapa waktu lalu.

Apabila lolos dari Israel, beregu putra Merah Putih akan bertemu dengan lawan tangguh sekaligus unggulan pertama pada turnamen ini dari Korea Selatan. Tim tuan rumah tersebut terdiri atas Kim Woojin, Lee Wooseok, Kim Je Deon, berada di peringkat pertama dengan total 2051 poin. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat 16 dengan total 1976 poin.

Tugas berat tentu saja berada di pundak pelatih Lee Kyung Chul, yang bakal melawan mantan anak asuhnya sendiri sekaligus tanah airnya. Di sisi lain, pelatih Lee Kyung Chul harus menapak jalan terjal dengan penampilan yang kurang meyakinkan dari anak-anak asuhnya di babak kualifikasi. Apalagi, beregu putra ditargetkan bisa mencapai empat besar dan beregu putri mencapai peringkat ketiga di turnamen tersebut.

Sementara itu, untuk beregu putri, Diananda, Rezza, dan Syifa akan berhadapan dengan Slovenia di babak 12 besar. Beregu recurve putri mencapai peringkat 12 dengan total 1946 poin, sedangkan Slovenia di peringkat 21 dengan total 1919 poin atau berada di bawah Indonesia,

Jika berhasil mengalahkan Slovenia, Indonesia sudah ditunggu lawan tangguh asal China Taipei yang mendapatkan bye. China Taipei merupakan peringkat lima dengan total 1978 poin.

Diananda-Riau Ega juga akan bertanding di kategori beregu campuran. Keduanya harus berhadapan lawan tangguh sekaligus musuh bebuyutan asal Amerika Serikat Brady Ellison – Casey Kaufhold. Casey saat ini adalah peringkat satu dunia untuk recurve putri, yang mengungguli pepanah tuan rumah Lim Sihyeon di peringkat kedua.

Hasil di babak kualifikasi yang kurang meyakinkan memang berpengaruh besar terhadap lawan yang akan dihadapi di babak eliminasi. Mengantongi peringkat bawah menjadikan Indonesia harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh sejak awal di babak eliminasi. Di satu sisi, inilah yang disebut kompetisi dan Indonesia harus dapat membuktikan diri untuk bisa lolos dari kepungan lawan manapun.

Di sisi lain, dengan berhadapan tim-tim tangguh tersebut, Indonesia jadi lebih memiliki pengalaman tanding untuk dapat bersaing di target terakhir pada ajang kualifikasi olimpiade di Turki, Juni mendatang.

Analis Pertandingan Kuswahyudi, saat dihubungi, mengatakan, kondisi atlet sampai dengan saat ini siap untuk bertanding. Dari segi persiapan, para atlet sudah menjalani aklimatisasi seminggu lebih dan kondisi cuaca cukup cerah. “Berharap performa para atlet bisa maksimal untuk dapat memberikan yang terbaik,” katanya.

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.