BeritaBerlatih Di Bawah Guyuran Hujan, Timnas Siap Hadapi Cuaca Buruk

18 April 2024

Cuaca buruk akan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet yang akan bertanding di Shanghai, China. Kondisi yang hampir sama juga dihadapi para atlet pada Hyundai AWCS Stage II tahun lalu. Timnas harus bersiap untuk kondisi terburuk tersebut!

Shanghai, 18 April 2024 –  Tim Nasional Panahan Indonesia yang sudah berada di Shanghai, China tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen internasional perdana Hyundai Archery World Cup Stage (AWCS) I. Sejak tiba pada Minggu (14/4) lalu, kontingen panahan Indonesia terus melakukan aklimatisasi demi menyesuaikan atlet dengan kondisi suhu dan cuaca di kota tersebut.

Pada pelatihan Rabu (17/4) kemarin, suhu di kota tersebut sekitar 15 derajat celcius dan hujan mengguyur. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Tim Panahan Merah Putih untuk berlatih.

Dari pantauan indonesiaarchery.org, para atlet tetap melepaskan anak panah di bawah pemantauan pelatih meskipun hujan mengguyur dan cuaca yang dingin menyengat di pusat pelatihan Club Panahan Kong Fang Tang, Shanghai, China. Sesekali para atlet berlindung di bawah payung untuk mengambil kembali anak panah dari papan tembak.

Cuaca dingin, hujan, dan arah angin yang berubah-ubah memang menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet ketika berlaga di Shanghai. Kondisi ini jelas jauh berbeda saat berlatih di Indonesia.

“Semoga para atlet dimudahkan dan dilancarkan sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Semangat untuk para coach dan Tim,” ujar Pelatih Kepala Lilies Handayani.

Shanghai memang dikenal dengan cuacanya yang tidak bersahabat. Pada gelaran Hyundai AWCS II pada Mei tahun lalu, para atlet mengeluhkan cuaca yang buruk. Hujan mengguyur sepanjang pertandingan, dan arah angin tidak dapat diprediksi.

Pertandingan sempat dihentikan karena cuaca yang buruk, beberapa tenda untuk kontingen dan official bahkan ambruk oleh angin yang kencang dan hujan yang deras.

Namun, dalam kondisi tersebut, pertandingan akhirnya dapat diselesaikan, dengan para juara di antaranya Marcus D’Almeida di Recurve Putra, Lim Sihyeon di Recurve Putri, Jawkar di Compound Putra, Cho Su A di Compound Putri. Sementara itu, untuk beregu, Korea Selatan sapu bersih untuk beregu recurve putra, recurve putri, dan mixed, sedangkan untuk compound, beregu putra diambil Belanda, beregu putri dari Meksiko, dan campuran dari India.

Dengan kondisi cuaca yang tidak jauh berbeda, Indonesia harus dapat memastikan para atlet bisa menampilkan tembakan terbaik dalam rangka bersaing dengan atlet panahan dunia dari negara lain.

Seperti diketahui, hanya tim recurve putra dan putri yang dikirim Indonesia ke Shanghai kali ini. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan atlet untuk dua turnamen penting pada tahun ini, yakni kualifikasi akhir dalam memperebutkan tiket olimpiade dan Olimpiade Paris 2024 pada Juli – Agustus mendatang.

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.