BeritaBertolak ke Shanghai, Panahan Indonesia Ukur Hawa Persaingan Dunia

14 April 2024

Kecuali Syifa yang terbilang baru di pelatnas, Timnas Recurve Putra dan Putri Indonesia lainnya merupakan wajah lama sejak tahun lalu. Pengalaman bertanding di kancah internasional bukan untuk kali pertama, apalagi rata-rata para pesaing masih dengan wajah yang sama.

Jakarta, 14 April 2024 – Tim Nasional Panahan Indonesia membuka rangkaian persaingan di tahun ini dengan mengikuti kejuaraan internasional Hyundai Archery World Cup Stage (AWCS) I di Shanghai, China.

Timnas Panahan Indonesia, yang terdiri atas delapan atlet recurve putra dan putri tersebut akan bertolak dari Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (14/4) langsung menuju Shanghai, China. Turut bersama delapan atlet, Pelatih Kepala Lilies Handayani, Pelatih Lee Kyung Chul, Pelatih Denny Decko, dan tim pendukung lainnya.

Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani Abdul Razak mengatakan, keberangkatan Timnas Recurve Putra dan Putri ke Shanghai lebih dulu dari jadwal pertandingan AWCS I di Shanghai, yang akan berlangsung pada 21 – 29 April 2024. Timnas akan melakukan penyesuaian dengan kondisi lapangan dan cuaca di Shanghai dari 14 – 20 April 2024.

“Sejak akhir tahun lalu, timnas lebih banyak berlatih di pemusatan nasional. Untuk itu perlu ada penyesuaian sebelum benar-benar bertanding di AWCS I nanti,” katanya.

Adapun atlet yang diberangkatkan adalah Riau Ega, Arif Pangestu, Bagas Prastyadi, dan Ahmad Baasith untuk Recurve Putra serta Diananda Choirunisa, Rezza Octavia, Anindya Nayla Putri, dan Syifa Nur Kamal untuk Recurve Putri.

Berbicara soal target, Razak menjelaskan, pihaknya meminta agar para atlet bisa bersaing dengan maksimal pada ajang tersebut. Salah satu target yang akan dievaluasi adalah mental para atlet. “Ajang ini untuk melatih mental atlet kita,” katanya.

Dalam pemaparan Ketum PB Perpani Arsjad Rasjid sebelumnya ditegaskan bahwa mental merupakan faktor penting dalam meraih prestasi di ajang internasional, termasuk di olimpiade. Karena itu, salah satu strategi PB Perpani adalah mengikutsertakan para atlet recurve putra dan putri untuk bertanding di kejuaraan internasional.

Seperti diketahui, ada dua event besar yang akan dihadapi Indonesia pada tahun ini. Sebelum menapaki Olimpiade Paris Juli – Agustus mendatang, Timnas masih harus bertarung untuk menambah kuota tiket di Antalya, Turki. Kans untuk tiket beregu recurve putra dan putri. masih terbuka.

Kecuali Syifa yang terbilang baru di pelatnas, Timnas Recurve Putra dan Putri Indonesia lainnya merupakan wajah lama sejak tahun lalu. Pengalaman bertanding di kancah internasional bukan untuk kali pertama, apalagi rata-rata para pesaing masih dengan wajah yang sama. Dengan masa persiapan untuk olimpiade yang makin menipis, mental pemain harusnya sudah terbentuk sejak dari pertandingan tahun-tahun sebelumnya.

Shanghai merupakan turnaman pembuka pada rangkaian AWCS tahun ini. Setelah Shanghai, akan ada AWCS II di Yecheon, Korea Selatan dan AWCS III di Antalya, Turki. Tiga rangkaian AWCS tersebut akan menjadi laga internasional sebelum Olimpiade Paris. Timnas Indonesia akan mengikuti semua rangkaian AWCS I – III tersebut untuk mengukur hawa persaingan.

 

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.