BeritaAda Tujuan Mulia Di Balik Setiap Lesakan Anak Panah Diananda Choirunisa

8 April 2023

JAKARTA, 08 April 2023 – Pengakuan itu datang dari Ratih Widyanti, ibu dari atlet panahan nasional Diananda Choirunisa. Dia tahu yang paling diinginkan anak sulungnya, yaitu berlaga di Olimpiade. Keinginan itu sudah terpendam sejak lama, bahkan ketika Anis baru saja memenangkan perak Asian Games di Gelora Bung Karno, Jakarta pada 2018 silam.

Ratih, ibu Anis adalah mantan atlet panahan dari Jawa Timur. Ketika masih aktif, Anis kecil sering mendampingi ibunya berlatih. Dari sana, Anis mengenal dunia panahan. Menurut ibunya, Anis mulai bermain dengan busur sejak kelas 2 SD. Tetapi, menurut Anis, awal dari ketekunannya menggeluti olahraga itu sejak usia tujuh tahun, pada 2004.

Ayah Anis adalah atlet pencak silat, dan lalu hijrah ke panahan. Namun, bagi Anis, ibunya adalah idolanya, tidak ada patron lain. Dia sering berkompetisi dengan ibunya di waktu kecil. Dari sana, muncul jiwa kompetisi. Anis tidak mau sekalipun dikalahkan oleh ibunya. Di mata dia, ibunya memiliki cara menembak terbaik. Dia belajar dari teknik itu hingga dibawanya dalam prestasi hingga kini.

“Bersyukur bahwa saya punya kedua orang tua yang basicnya atlet juga. Tokoh idola saya adalah ibu saya sendiri. Kalau masih kecil, kami sering latihan bareng. Saya tidak mau dikalahkan ibu saya. Kalau menembak, ibu saya jauh lebih bagus dari saya. Karena itu, saya belajar banyak dari ibu saya,” ujar dia.

Pada saat Anis berlaga di partai puncak final Asian Games 2018, giliran Ratih yang mendampingi Anis di tribun. Perasaannya kala itu campur aduk melihat anaknya berlaga di partai puncak. Kendati harus kalah 3-7 dari atlet panahan China, Zhang Xinyang, pencapaian Anis tergolong luar biasa. Ratih hanya bisa mengatakan, dag dig dug saat menyaksikan Anis bertanding. “Kalau rejekinya memang di Perak, ya mau gimana lagi,” katanya kala itu.

Di mata Anis, medali perak Asian Games 2018 adalah salah satu pencapaian tertinggi dan membanggakan dirinya. Pasalnya, Indonesia belum pernah meraih medali individual sekalipun di ajang Asian Games.

“Itu salah satu pencapaian terbesar saya dan yang paling dikenang. Karena Indonesia jadi tuan rumah, keluarga saya dan teman-teman saya juga ikut nonton. Dampaknya luar biasa buat saya. Tidak pernah Indonesia dapat medali di kategori individu, biasanya di beregu,” katanya.

Tekad Anis, Asian Games berikut dirinya menargetkan untuk meraih emas, demikian juga untuk ajang Olimpiade. Karena itu, dia serius untuk mempersiapkan diri menjelang kualifikasi dan mempersiapkan diri untuk kedua ajang besar tersebut. Apalagi, persaingan dengan atlet panahan dari negara lain akan sangat ketat. Tidak ada yang mau mengalah, dan ingin tampil sebagai pemenang.

“Kita sudah menjalani berbagai macam latihan, baik teknik, fisik, dan paling penting adalah latihan mental. Kalau latihan teknik dan fisik, negara-negara lain juga melakukan hal yang sama. Tinggal bagaimana kita melatih mental kita, supaya tidak keder ketemu dengan atlet luar negeri,” tegasnya.

Anis mengatakan, target terdekat dia adalah meraih tiket olimpiade secepatnya. Dia ingin mempersembahkan medali emas untuk dua ajang tersebut di kategori recurve individu putri, yaitu di Asian Games dan Olimpiade.

“Target terdekat saya adalah dapat tiket olimpiade. Itu target paling terdekat yang saya inginkan. Harapan saya, semoga dapat emas di Asian Games tahun ini, dan semoga dapat emas untuk olimpiade tahun depan. Artinya, setiap kompetisi yang saya ikuti, saya harus jadi juara,” tutup dia.

Harapan Anis, juga harapan ibunya. Tekad Anis, juga adalah tekad ibunya. Ratih mengatakan, Anis memang menginginkan olimpiade sejak kecil. Dia ingin berlaga di ajang olimpiade dan dapat membawa pulang emas.

Demikian juga Anis. Dia mengatakan, dukungan dan pendorong terbesar yang dia rasakan hingga kini adalah dari orang tuanya. Dia ingin mempersembahkan prestasi terbesar itu untuk para pendukungnya, untuk orang tuanya, ibunya, dan bagi Merah Putih.

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.