BeritaMengejutkan, Reo Wilde Jadi Pelatih Compound Korea, Pertama Kali Dalam Sejarah

20 Maret 2023

Bagian Ketiga, Selesai

Keputusan yang mengejutkan dari asosiasi panahan Korea tersebut merupakan sebuah pertaruhan. Tetapi, dengan sistem yang sudah terbina secara baik, Korea tentu saja memilih yang terbaik untuk menjadi terbaik. Ada visi tertentu yang ingin dicapai Korea dengan kehadiran Wilde, pelatih asing pertama itu.

JAKARTA, 29 Maret 2023 – Sebagai kiblat dari panahan dunia, Korea seharusnya berlimpah stok pelatih mumpuni. Namun, betapa mengejutkan ketika Asosiasi Panahan Korea baru-baru ini mengumumkan bergabungnya Reo Wilde, asal Pocatello, Amerika Serikat sebagai pelatih compound tim Korea. Ini merupakan langkah luar biasa dan untuk pertama kalinya Tim Korea menunjuk pelatih panahan asing dari luar negaranya.

Dalam karirnya sebagai pemanah compound, Wilde mulai memuncaki peringkat pertama sejak 2006. Dalam kurun waktu 2010 hingga 2017, Wilde selalu berada di empat besar.  Dia juga telah mengumpulkan 27 medali emas world cup stage, satu medali emas world cup final, dan 11 medali emas world championship.

Di tim Korea, Wilde memegang tanggung jawab yang besar terkait nasib tim compound Korea, baik untuk teknik, peralatan, penerapan teknologi, hingga kondisi psikologi para atlet. Target terdekat dia adalah memenangkan medali emas tim compound, baik untuk beregu maupun campuran pada Asian Games di Hangzhou, China.

Beban tersebut tergolong berat karena Wilde harus berani mempertaruhkan reputasinya untuk mengulang kesuksesan yang sama pada ajang Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang. Pada ajang tersebut, tim compoud putra dan putri Korea berhasil menyumbang medali emas. Keduanya mengalahkan India di final.

Satu-satunya medali emas yang lepas dari Korea adalah tim beregu campuran. Kim Jon-ho dan So Chae-won yang mewakili Korea harus puas sebagai runner up karena dikalahkan tim beregu campuran compound dari China Taipei.

Vice President Asosiasi Panahan Korea Young-sul Chang mengatakan, dengan berbekal pada prestasinya yang pernah menguasai rangking satu dunia divisi compound dan pengalaman dia sebagai pemanah kelas dunia, pihaknya berharap kehadiran Wilde akan membawa dampak besar bagi tim compound Korea. “Kami tidak meragukan kemampuan dia dan kontribusinya akan berdampak besar pada target yang ingin kami raih ke depan,” katanya.

Namun, Korea tidak pernah menyebutkan secara spesifik alasan mengapa Wilde ditunjuk. Karena sebagai pemanah profesional, karier Wilde tidak jauh berbeda dan sama-sama moncernya dengan pemanah profesional Korea lainnya, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dan menjadi pelatih.

Satu hal yang menjadi keistimewaan Wilde. Dia datang dari keluarga panahan. Bakat memanahnya tersebut justru diasah bukan pertama-tama dari lingkungan akademi, klub, atau turnamen. Juara dunia yang dia sandang kala masa kejayaannya sebenarnya juga pernah diraih oleh ayahnya, Dee. Dari sana, Wilde bersama saudaranya yang lain berlatih panahan di bawah bimbingan ayahnya.

Dee membuat panahan itu menjadi olahraga tradisi keluarganya. Tidak heran kalau Wilde akhirnya menjadi salah satu pemanah terbaik Amerika Serikat dan adiknya, Logan Wilde, pernah menduduki peringkat ketiga dan sekarang adalah pelatih panahan Amerika Serikat.

Jejak pelatih, baik Wilde maupun Logan, rupanya menurun dari ayahnya. Pada 2006, Dee adalah salah satu pelatih tim nasional Amerika Serikat. Dia adalah satu-satunya orang di luar Komite Olimpiade yang ditunjuk untuk menangani tim nasional.

Bakat memanah keluarga Dee, yang menurun ke Wilde dan Logan, berasal dari tradisi berburu keluarga tersebut. Sebelum Dee aktif di jalur panahan profesional, dia lebih sering keluar masuk hutan untuk berburu. Dia mengajak anak-anaknya untuk berburu, dan dari sana, memanah itu menjadi sebuah kesenangan di hutan belantara. “Sebelumnya saya tidak tahu ada panahan profesional. Saya dapat informasi dari seorang teman, dan saya akhirnya ketagihan,” kata Dee.

Menanggapi penunjukkannya sebagai pelatih compound Korea, Wilde mengatakan, sebuah kehormatan bagi dirinya bisa bergabung ke tim panahan Korea, negara yang selalu tampil sebagai yang terkuat di sektor panahan dunia. “Saya akan memberikan yang terbaik dari pengalaman dan kemampuan saya untuk membentuk tim compound Korea menjadi yang terbaik,” katanya.

Dengan penunjukkan Wilde sebagai pelatih, Korea bahkan seperti “mengabaikan” peran Coach Kim Hyung Tak, yang meletakkan dasar-dasar bagi tim compound Korea. Di bawah asuhannya, tim compound Korea kala itu menyabet bersih seluruh medali emas. Coach Kim bahkan disebut membawa teknik baru compound bagi Korea, dan membantu tim tersebut menjadi yang terbaik.

Wilde juga mematahkan banyak prinsip yang tidak diregulasi tetapi menjadi role model pelatih di Korea. Rata-rata pelatih di Korea bertumbuh dari pemanah cilik, masuk ke akademi atau klub, dipanggil ke pelatnas, menjuarai berbagai turnamen, dan lalu menjadi pelatih. Mereka adalah para profesional yang baru bisa menjadi pelatih setelah menjalani sebagian besar hidupnya di dunia panahan, minimal lima sampai tujuh tahun dalam sistem panahan Korea yang ketat.

Setelah pensiun sebagai pemahan profesional, serta merta atlet tidak bisa langsung menjadi pelatih. Mereka harus mengambil sekolah pelatih dan mulai menjadi pelatih untuk kategori usia paling bawah. Ada proses yang harus dilalui sebagai pelatih, sebelum akhirnya dipilih menjadi pelatih untuk kelas senior dan turnamen.

Dengan iklim yang kondusif, kompetitif, dan sistematis tersebut, Korea memang selalu kelimpahan pemahan dan pelatih. Ada sekitar 200 pelatih panahan profesional di Korea, belum termasuk para legenda yang sudah terasah dari sisi pengalaman dan kemampuan.

Keputusan yang mengejutkan dari asosiasi panahan Korea tersebut merupakan sebuah pertaruhan. Tetapi, dengan sistem yang sudah terbina secara baik, Korea tentu saja memilih yang terbaik untuk menjadi terbaik. Ada visi tertentu yang ingin dicapai Korea dengan kehadiran Wilde, pelatih asing pertama itu. Nah, kita tunggu kiprahnya di Asian Games Hangzhou, China, pada September – Oktober mendatang. (AY/dari berbagai sumber)

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.