BeritaRezza Melawan Hingga Perempatfinal, Yecheon Tutup Buku

24 Mei 2024

LAPORAN DARI YECHEON

Dalam beberapa kejuaraan internasional sebelumnya, Diananda selalu menjadi tulang punggung terakhir Indonesia. Dengan munculnya Rezza di perempatfinal, pepanah putri Indonesia memiliki harapan untuk dapat berbicara lebih di kancah internasional.

Yecheon, 24 Mei 2024 – Perjuangan Tim Nasional Panahan Indonesia di Stadion Yecheon Youth Training Center, tempat berlangsungnya Hyundai Archery World Cup Stage (AWCS) 2 berakhir pada Rezza Octavia. Pepanah recurve putri dari Papua tersebut memberikan perlawanan hingga perempatfinal, sebelum akhirnya dikalahkan oleh pepanah recurve tuan rumah.

Rezza menunjukkan kemajuan dari penampilannya di Shanghai. Pada AWCS 1, Rezza hanya mampu sampai di babak enam belas besar dan kalah dari salah satu wakil asal Jerman dengan skor 1 – 7. Sementara itu, dia tampil lebih percaya diri di Yecheon dan berhasil menapak hingga ke babak perempatfinal.

Pada tiga puluh dua besar, Rezza berhadapan dengan wakil asal Perancis Amelie Cordeau. Babak tersebut dilalui Rezza dengan skor akhir 6 – 4. Selanjutnya pada babak enam belas besar, Rezza bertemu dengan pepanah asal Brasil, Ana Luiza Caetano. Kemenangan pun dapat diraih Rezza dengan skor 7 – 3.

Di perdelapam final, Rezza bertemu dengan wakil asal China Taipei, Lei Chien Ying. Rezza sempat tertinggal dua putaran pertama, dengan kedudukan 0 – 4. Namun, pada putaran ketiga hingga kelima, Rezza membalikkan keadaan dengan meraih skor akhir yang sama 28, sedangkan Lei mencetak skor yang sama 27. Kedudukan akhir menjadi 6 – 4 untuk keunggulan Rezza.

Di partai perempafinal kontra Jeon Hun Yeong asal Korea Selatan, sesungguhnya Rezza berupaya menampilkan yang terbaik. Pada putaran pertama, Rezza kalah tipis di tembakan terakhir yang mengenai bidang sasar 7, sehingga skor akhir keduanya menjadi 26 – 27. Keunggulan 2 poin menjadi milik pepanah tuan rumah.

Pada putaran kedua dan ketiga, kedua pepanah berbagi poin, karena mencetak skor imbang 28 – 25. Dengan skor imbang tersebut, kedudukan hingga putaran ketiga menjadi 2 – 4. Putaran keempat menjadi penentuan bagi keduanya. Sayang, pada tembakan terakhir, anak panah Rezza melesat ke angka 6, sedangkan Jeon di angka 8. Rezza harus menyerahkan satu tempat di semifinal kepada Jeon dengan kedudukan akhir 2 – 6.

Rekan Rezza lainnya, Diananda Choirunisa yang juga bertanding di babak eliminasi harus tersingkir lebih dulu di babak enam belas besar. Diananda tidak bisa melewati hadangan dari pepanah pendatang baru asal Italia, Tatiana Andreoli. Diananda harus menyerah 0 – 6 dari pepanah Italia tersebut.

Sementara itu, Ahmad Baasith dan Riau Ega di recurve putra lebih dulu tersingkir di putaran pertama babak eliminasi. Baasith menyerah dari pepanah asal Uzbekistan Sadikov Amirkon, sedangkan Riau Ega kalah dari pepanah asal Turki, Tumer Berkim.

Riau Ega dan Diananda juga langsung kalah di putaran pertama untuk kategori mixed. Keduanya tidak mampu meladeni perlawanan dari beregu campuran asal Malaysia.

Dalam beberapa kejuaraan internasional sebelumnya, Diananda selalu menjadi tulang punggung terakhir Indonesia. Dengan munculnya Rezza di perempatfinal, pepanah putri Indonesia memiliki harapan untuk dapat berbicara lebih di kancah internasional. Performa dan perlawanan tersebut seyogyanya dapat dipertahankan ke depan, apalagi untuk beregu putri yang masih harus meniti jalan menuju Olimpiade Paris.

 

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.