BeritaKejurnas Junior 2026 Usai dengan Sukses

4 Agustus 2026

MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 telah diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22-29 Juli 2026. Kejurnas tahun ini ini diikuti sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi di Indonesia. Jumlah atlet meningkat dari 876 orang pada kejurnas yang sama pada 2025.

Kejurnas tahun ini mempertandingkan tiga divisi yakni Nasional (U10, U13, U15 dan U18), Recurve (U13, U15 dan U18) dan Compound (U13, U15 dan U18). Kontingen Jawa Tengah menjadi juara umum dengan perolehan 26 medali emas, 22 perak dan 30 perunggu. Jawa Barat berada di urutan kedua dengan 20 emas, 18 perak dan 18 perunggu. Sementara Jakarta meraih urutan ketiga lewat torehan 18 emas, 11 perak dan 20 perunggu.

Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menilai Kejurnas Junior 2026 menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan atlet panahan Indonesia yang berkelanjutan. Menurutnya, kualitas persaingan antardaerah semakin merata sehingga menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga panahan nasional.

“Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal positif untuk perkembangan olahraga panahan karena atlet dari berbagai daerah mampu bersaing dengan ketat,” ujarnya.

Razak juga mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang dinilai memiliki standar mendekati Archery World Cup. Pengalaman tersebut dianggap penting agar atlet muda terbiasa tampil dalam atmosfer pertandingan profesional sebelum bersaing di level internasional.

“Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup. Pengalaman seperti ini sangat penting agar atlet muda terbiasa dengan atmosfer pertandingan profesional dan siap bersaing ketika tampil di panggung internasional,” ujarnya.

Sementara Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, menilai keberhasilan daerahnya merupakan buah dari proses pembinaan yang konsisten. Para atlet yang berlaga di Kejurnas Junior telah melalui seleksi ketat pada Kejuaraan Provinsi Junior beberapa bulan sebelumnya.

“Capaian prestasi ini tak lepas dari konsistensi performa atlet Jawa Tengah. Mereka adalah atlet yang telah tersaring dari Kejurprov Junior pada bulan Mei lalu, kemudian dipersiapkan untuk berjuang dan menampilkan yang terbaik di Kejurnas Junior ini,” ujar Martin.

Sampai bertemu di Kejurnas Junior 2027!

(dari berbagai sumber)

https://www.indonesiaarchery.org/wp-content/uploads/2023/03/all-logo-copy.png

All contents © copyright Indonesia Archery. All rights reserved.